TV Dapat Mengurangi Prestasi Anak

Pada era kini ini televisi telah menjadi keperluan bagi sebagian besar masyarakat, baik tua ataupun muda, bahkan hingga anak-anak juga. Televisi bakal mempunyai akibat yang positif apabila kami sanggup membatasi diri tontonan mana yang pantas serta tak untuk ditonton. Terlebih bagi anak-anak kita, sebagai oragtua telah sewajibnya mengajar serta mengawasi anak supaya buah hati tak memperoleh akibat yang negatif. Akibat negatif yang serng timbul kepada anak antara lain perilaku anak yang meniru apa yang mereka lihat di televisi (misal saja kekerasan), prestasi sekolah menjadi menurun, kebiasaan makan yang kurang baik, dll.


Dalam dua buah studi di America menemukan, terlalu tak sedikit nonton TV bisa menurunkan prestasi anak di sekolah serta menyebabkan kebiasaan makan yang kurang baik, jadi bisa menyebabkan obesitas. Kedua studi diperbuat untuk mengenal efek berbahaya dari TV serta kekuatan orangtua untuk mencegah efek ini.

Salah satu studi menemukan, tak sedikit nonton televisi pada hari kerja membikin prestasi anak di sekolah menurun. Penurunan prestasi ini khususnya terjadi pada anak yang nonton  semua agenda tanpa pembatasan dari orangtua.

Para periset di Children’s Hospital of Montefiore serta Albert Einstein College of Medicine di Nem York menemukan, nonton TV lama di hari kerja mengakibatkan prestasi anak di sekolah menurun. Anak yang leluasa nonton agenda apa saja, tergolong agenda untuk orang dewasa, bahkan mempunyai prestasi sekolah yang lebih kurang baik lagi.

Studi kedua yaitu meneliti volume serta tipe makanan yang terkait dengan iklan, tergolong iklan dalam agenda televisi khusus anak. Para periset menemukan, tak sedikit iklan ditujukan unuk menciptakan hubungan jangka panjang antara anak dengan produk tertentu ketimbang menambah penjualan. Kedua studi  diterbitkan dalam Pediatrics edisi oktober.

Menurut American Academy of Pediatrics (APP), rata-rata anak America menghabiskan waktu 4 jam setiap hari di depan TV. Jumlah waktu ini melebihi apa yang disarankan oleh APP yaitu 1 hingga 2 jam perhari,  tergolong mai video game serta ngobrolonline dengan kawan.

Studi sebelumnya mengaitkan paparan tv denganpeningkatan obesitas pada anak, penyerangan serta perilaku resiko tinggi. Tapi sebagian besar studi mengenai nonton tv serta akibatnya diperbuat pada anak yang lebih muda. Dalam studi hari ini, para periset ingin mekualitas pengaruh tv serta video game pada anak usia pertengahan sekolah dasar. Sehubungan dengan itu, para periset meneliti kebiasaan nonton tv pada lebih dari 4.500 anak kelas 5 hingga kelas 8, menanyakan kebiasaan nonton tv serta kebiasaan main video game mereka selagi hari kerja serta akhir pekan. Para pakar juga meneliti prestasi anak di sekolah dengan menyuruh mereka mekualitas diri mereka sendiri apakah mereka tergolong murid yang sangat baik, baik, rata-rata, serta dibawah rata-rata.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar